Stoner: “Saya Tahu Ketika Ia Naik Ducati Ia Tidak Akan Lebih Cepat dari Saya”

Setelah sebelumnya Valentino Rossi mendapat komentar dari Andrea Dovizioso, kini giliran Casey Stoner yang memberikan komentarnya terhadap legenda hidup MotoGP tersebut.



“Valentino mengatakan saya tidak mendorong cukup keras bukanlah sesuatu yang baru. Pada suatu saat Ducati adalah motor terbaik di grid dan saya memiliki ban terbaik dan segala sesuatu yang lain,” kata Stoner seperti yang dikutip oleh MCN.

Mungkin ini adalah balasan dari Stoner atas perkataan Rossi beberapa tahun yang lalu. Pada akhir musim 2007, Casey Stoner sebagai juara dunia mendapat kritik dari Jerremy Burgess dan Rossi. Burgess mengatakan ia dapat mengatasi masalah front-end Ducati hanya dalam 80 detik. Sedangkan Rossi mengatakan ia tidak akan bisa menilai potensi Ducati Desmosedici karena Stoner tidak mendorong cukup keras.

“Pembicaraan ini mengikuti saya dan mengganggu saya sepanjang waktu saya di Ducati sampai akhirnya Valentino naik motor itu dan menunjukkan bahwa tidak ada yang berbeda terjadi ketika Melandri atau Nicky ada di atasnya (Desmosedici),” lanjut Stoner.

“Sejujurnya sesuatu yang lucu ketika ia mengatakan itu tapi (itu) tidak memberi saya determinasi lagi karena saya menemukan determinasi saya sendiri.”

Pada akhir musim 2010, Stoner lebih memilih untuk meninggalkan Ducati dan pindah ke Honda. Sedangkan Ducati mengontrak Valentino Rossi dari Yamaha untuk menggantikan posisi Stoner. Dan akhirnya Stoner sukses menjadi pemuncak klasemen akhir untuk musim ini (2011). Sedangkan Rossi hanya mampu memberikan satu podium kepada Ducati dan berada di posisi 7 klasemen. Ini adalah pertama kalinya sejak era 800cc Ducati tidak mendapatkan satupun kemenangan.

“Saya tahu ketika ia (Rossi) naik Ducati ia tidak akan lebih cepat dari saya. Saya 100% yakin itu. Dia mengeluh tentang cedera bahunya pada awal musim ini tetapi ia mendapat hasil terbaiknya dengan bahunya yang cedera,” komentar Stoner mengenai Rossi.

“Begitu cedera bahunya membaik, alasan tidak berhenti sampai akhir musim ini ketika mereka harus mulai mengakui bahwa mereka tidak tahu arah untuk pergi,” lanjutnya.

Sepanjang musim ini, Ducati dan Rossi terus berusaha untuk menyelesaikan masalah kronis Desmosedici, yakni  front-end feeling.

“Alasan ini membuat kejuaraan terasa manis sehubungan dengan kritik Valentino dan Jerry yang mereka berikan kepada kita bahwa kita tidak bisa mengembangkan motor dan tidak tahu apa yang kami lakukan. Jelas mereka sepuluh kali lebih bingung dari yang pernah kita alami,” kata Stoner.

“Mereka ingin ini dan itu dan mereka mendapatkan apa yang mereka minta dan tidak ada yang berhasil, mereka tidak memeperbaiki apa-apa. Mereka tidak lebih baik daripada mereka di saat awal musim pada titik di mana mereka bertanya-tanya bagaimana cara untuk pergi.”

“Setidaknya kita tahu ke mana kita ingin pergi, kami hanya tidak memiliki dana untuk mendapatkannya dan sekarang mereka punya dana tapi mereka masih belum memiliki arah yang benar.”

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s