Stoner: “Maafkan Saya Ben”

Casey Stoner berhasil menggagalkan peluang Ben Spies untuk meraih kemenangan kedua di ajang MotoGP. Meski begitu, Spies telah menunjukkan sesuatu yang sangat mengejutkan di seri terakhir MotoGP musim 2011.



Mengingat dua seri sebelumnya ia tak dapat ikut balap karena mengalami gegar otak ringan yang didapatnya saat seri Phillip Island lalu. Pada race kali ini Spies dapat menggantikan Jorge Lorenzo untuk menjadi penghalang trio Repsol Honda dalam menyapu bersih podium.

Sebenarnya pada race yang berlangsung di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia tiga rider Repsol Honda memiliki peluang besar untuk menguasai podium. Karena ketiga rider tersebut telah memimpin balap sejak lap pertama.

Namun ketika hujan mulai turun performa trio Repsol Honda juga ikut menurun. Ben Spies yang telah menunggu peluang sejak lap-lap awal dapat memanfaatkan keadaan tersebut. Ia dengan mudah dapat menyalip Dovizioso dan Pedrosa bahkan dapat meyusul Stoner saat Casey membuat sedikit kesalahan.

“Kondisi benar-benar sulit hari ini, dengan hujan sangat sulit untuk mengetahui seberapa keras mendorong jadi saya hanya berkonsentrasi untuk bisa ‘membawa motor pulang’ (finish). Kami mampu mengikuti Dani dan Dovi dan bisa melewati mereka pada akhirnya dan kemudian mendapatkan Casey ketika ia membuat kesalahan kecil,” ungkap Spies.

“Ketika tidak ada pembalap di depan Anda, Anda tidak memiliki acuan seberapa licin lintasan sehingga sulit untuk menilai kecepatan pada lap terakhir. Ketika kami keluar dari tikungan terakhir saya melihat motor Casey saat ia lewat!” lanjutnya.

Pada tikungan terakhir Stoner berhasil menyalip Spies pada track lurus menjelang garis finish. Stoner unggul 0.015 detik dari Ben Spies. Meski Spies gagal menjadi pemenang, namun ia mengaku tidak kecewa dengan hasil yang diraihnya.

“Saya cukup senang, kami membuat perbaikan di akhir musim dan menyelesaikannya dengan baik. Mengingat bagaimana kondisi bulan lalu, ini cara yang bagus untuk mengakhiri. Sekarang kami akan fokus pada test dan bertujuan untuk berada di jajaran atas dan bahkan lebih kompetitif tahun depan,” ungkap The Elbowz.

Rasa senang tentu sedang dirasakan oleh Stoner. Ia mengaku pada race kemarin untuk pertama kalinya ia mengambil resiko saat race pada musim ini.

“Menjadi yang pertama tiba dengan kondisi di track, saya tidak yakin seberapa keras mendorong sehingga saya melambat untuk memastikan saya bisa finish dan saya pikir jika mereka datang lalu saya dapat tetap bersama mereka. Kemudian saat tiba di back straight saya membuat sedikit kesalahan ketika saya ke netral bukan ke gigi satu dan Ben datang melewatiku,” kata Stoner.

“Saya mencoba untuk tetap dengannya tapi dia mengendarai dengan sangat baik, cepat dan lancar dan ia tampak percaya diri dalam kondisi ini, lebih dari saya. Pada bagian pertama lap terakhir ia membuat perbedaan yang bagus tapi saya tahu kami cepat pada bagian kedua lap.”

“Saya berpikir, kami belum pernah mengambil resiko sepanjang musim, ini adalah waktu untuk mengambil salah satunya dan melihat apa yang bisa kita lakukan. Saya tahu saya memiliki exit line yang lebih baik saat keluar dari tikungan terakhir dan saya terus menunduk dan melaju pada line. Luar biasa bisa memenangkan ini pada garis finish, saya beberapa kali melakukannya di masa lalu, tapi saya belum pernah berhasil melakukannya terhadap orang lain! Maafkan saya Ben, ia mengendarai balapan dengan baik.”

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s